Fakta Menarik Usai Deden Hazard Mencetak Hattrick ke Gawang Newcastle

Fakta Menarik Usai Hazard Mencetak Hattrick ke Gawang Newcastle

Eden Hazard tampil memukau dengan mencetak hattrick ke gawang Newcastle United, kala The Magpies melawat ke Stamford Bridge, markas Chelsea, dalam lanjutan Liga Primer Inggris pekan 2, yang berlangsung Sabtu 8 Februari 2014 waktu setempat. Dengan catatan impresif itu, Eden Hazard menjadi pemain termuda Chelsea sepanjang sejarah yang sukses mencetak hattrick di Premier League.

Dengan tambahan tiga poin, Chelsea berhasil menggeser Arsenal dari puncak klasmen, setelah sebelumnya The Gunners digilas Liverpool dengan skor telak 5-1. Sementara Manchester City dipaksa berbagi angka usai bermain imbang tanpa gol melawan tuan rumah Norwich City.

The Blues pantas berterima kasih atas sumbangsih trigol Eden Hazard. Dengan tambahan tiga gol, gelandang belia asal Belgia itu telah mencetak 12 gol dari 25 laga Premiere League. Tak hanya itu, sederet fakta menarik juga tersaji setelah Hazard sukses mengemas hattrick. Berikut kami sajikan 5 fakta usai Eden Hazard sukses mencetak hattrick ke gawang Newcastle United.

1. Dengan tambahan tiga gol, total Eden Hazard telah mengemas 12 gol dari 25 laga. Catatan gol Hazard itu telah melewati rekor golnya musim lalu. Winger 23 tahun tersebut hanya mampu mengemas 9 gol pada gelaran Liga Primer Inggris musim lalu.

2. Eden Hazard menjadi pemain ke 14 Chelsea yang sukses membukukan hattrick di ajang Liga Primer Inggris.

3. Mantan pemain Lille itu menjadi pemain termuda Chelsea yang sukses mencetak hattrick di ajang Premire League. Usia Hazard saat mencetak hattrick ke gawang Newcastle United adalah 23 tahun dan 32 hari.

4. Dengan hattrick yang dibukukan Harzard, gelandang Timnas Belgai itu menjadi pemain yang paling sering membobol gawang Newcastle United di ajang EPL.

5. Hazard dikenal sebagai pemain yang memiliki tehnik dribling diatas rata-rata. Hebatnya lagi, Hazard tercatat sebagai pemain yang paling sering melakukan dribble di Premier League musim ini, dengan catatan 162 kali drible sukses.

Scuffet Ingin Ikut Serta Ke Piala Dunia 2014

Scuffet Ingin Ikut Serta Ke Piala Dunia 2014

Penjaga gawang 17 tahun milik Udinese ‘Simon Scuffet’ memimpikan bisa ikut serta ke Piala Dunia 2014 Brasil bersama dengan Tim Nasional Gli azzuri.

Simon Scuffet, nama tersebut belakangan kerap dibicarakan oleh media Italia, bukan hanya di negeri pasta itu saja, tetapi juga di beberapa kawasan Eropa yang terkagum-kagum atas performa sang penjaga gawang yang sejauh ini masih berusia 17 tahun dan bermain untuk Udinese.

Pria yang akrab disapa Scuffet itu mendapatkan banjir pujian dari berbagai pihak, tak ayal banyak yang memprediksi nya bakal menjadi salah satu kandidat kiper yang akan ikut terbang ke Piala Dunia 2014 bersama dengan Tim Nasional Italia. Bahkan menurut informasi yang kami dapatkan dari media italia, Scuffet dirumorkan bakal menjadi pelapis utama sang Fenomenal ‘Gianluigi Buffon’ nantinya.

Mendengar kabar tersebut, sang Kiper menuturkan bahwa dirinya memang ingin sekali berlaga di turnamen empat tahunan yang merupakan pesta sepak bola terbesar di jagat ini.

“Bisa bermain di kompetisi seperti piala dunia adalah imbian bagi semua pemain sepak bola, termasuk saya. Jujur, saya merasa senang dengan kabar yang beredar belakangan ini, dan itu artinya saya memiliki percikan kapasitas untuk bisa masuk skuad tim Nasional Italia tahun ini” tuturnya.

Selain itu, Scuffet juga menyebutkan bahwa dirinya tidak terlalu berharap bisa dipanggil oleh Cesare Prandelli untuk ikut terbang ke Brasil, ia hanya berusaha untuk meningkatkan performa nya dan tampil baik di setiap pertandingan.

“Saya akan sangat bersyukur jika memang mendapatkan panggilan untuk itu (Piala Dunia), akan tetapi saya tidak berharap terlalu banyak, saya hanya harus fokus untuk bermain baik dan meningkatkan kemampuan di setiap pertandingan yang saya lakoni” Imbuh Scuffet.

Fans Ancam Bunuh Presiden Lazio

Fans Ancam Bunuh Presiden Lazio

Claudio Lotito, selaku presiden Lazio SS secara terang-terangan memperdengarkan ancaman pembunuhan oleh fans Lazio terhadapnya dihadapan para wartawan.

Lazio sepertinya kini sedang dirundung masalah yang terbilang rumit, yaitu berupa ancaman dari para fans klub kepad sang presiden yaitu Claudio Lotito. Menurut informasi yang kami dapatkan dari media setempat, Claudio Lotito sendiri mendapatkan ancaman pembunuhan dari banyak fans lewat telefon genggamnya. Ia mengaku telah beberapa kali mendapatkan panggilan masuk yang berisi ancaman pembunuhan. Benarkah demikian?

Apa yang telah diungkapkan oleh Claudio Lotito sempat tidak dipercayai oleh sejumlah pihak, namun untuk meyakinkan publik ia sendiri langsung mengangkat telefon tersebut dihadapan para wartawan yang kala itu sedang meliputnya.

“Mereka terus mengancam saya lewat telefon, saya tidak sedang bergurau, bahkan ada sekitar 50 hingga 80 panggilan masuk yang berisi kan ancaman pembunuhan dar fans lazio” ungkapnya kepada wartawan usai menghadiri laga antara Lazio kontra Chievo Verona.

Sepertinya ancaman pembunuhan oleh fans kepada Claudio Lotito merupakan akibat dari keputusan nya karena telah menjual salah satu bintang klub yaitu Hernanes ke Inter Milan, tentu itu adalah alasan yang paling mendekati karena Hernanes sendiri adalah pemain kesayangan fans Lazio. Tidak hanya itu saja, kabar paksaan Lazio agar Hernanes pindah ke Inter Milan juga merupakan alasan dari Kecaman yang dilakukan oleh para fans tersebut.

Gelandang 28 tahun asal Brasil itu memang telah resmi bergabung dengan Inter Milan, namun sejauh ini kami belum mendapatkan informasi mendetail soal transfer nya, yang jelas semenjak kepergian Hernanes itulah sang presiden klub terus mendapatkan ancaman pembunuhan, dan tentunya ancaman tersebut datang dari Fans garis Keras atau Ultras.

Ini Biang rapuhnya Lini Belakang AC Milan

AC Mengawali musim ini dengan kurang memuaskan. Hingga pekan 11, tim besutan Massimiliano Allegeri tersebut telah mengemas 5 kekalahan dari 11 pertandingan, dan untuk sementara bercokol di posisi 11 klasmen sementara dengan koleksi 12 poin. Milan kini terpaut 13 poin dari sang pemuncak klasmen, AS Roma.

ac milan
Rapuhnya lini belakang Milan di sinyalir menjadi salah satu faktor gagalnya Ii Rossoneri mengawali musim dengan baik. Sejauh ini, gawang Milan telah kebobolan sebanyak 19 kali. Hal itu membuktikan lemahnya kinerja lini belakang Tim Merah Hitam. Jika hal tersebut tak segera di benahi, bukan tidak mungkin Milan tak akan tampil di Liga Champions musim depan. Na, berikut 5 faktor mengapa lini belakang AC Milan begitu rapuh dan jeblok.

1. Pertahanan Terburuk ke 6 di Serie-A

Di akhir musim lalu, Milan mengakhiri musim dengan manis. Saat itu, Milan berhasil mencatat clean sheet di 12 laga terakhir Serie-A musim 2012/13. Kombinasi Mexes dan Zapata di lini belakang begitu solid dan kokoh.

Namun hasil tersebut berbanding terbalik dengan apa yang diraih Milan di 11 laga awal Serie-A 2013/14. Dalam 11 pertandingan, Ii Rossoneri telah kebobolan sebanyak 19 kali. Torehan tersebut menempatkan Milan sebagai tim dengan pertahanan terburuk ke 6 di Serie-A musim ini. Bahkan Milan berada sejajar dengan tim medioker seperti Cagliari dan Catania. Dampak tersebut terlihat jelas, Milan nampaknya tak akan mampu meraih gelar scudetto bahkan terancam tak tampil di Liga Champions musim depan, jika tak segera membenahi lini belakang mereka.

2. Banyaknya Pemain yang Cedera dan Terkena Skorsing

Salah satu kendala Milan musim ini adalah banyaknya pemain mereka yang cedera dan menerima skorsing. Center Bek andalan mereka, Philippe Mexes belum bisa tampil akibat terkena skorsing 4 pertandingan, usai memukul Giorgio Chiellini, saat Milan bersua Juventus di giornata 7 lalu.

Banyak pemain milan yang silih berganti diterpa cedera dan skorsing, menjadi alasan Allegri tak dapat menurunkan skuad terbaiknya di awal musim ini.

3. Pudarnya Tradisi Bek Handal

Perlu kita ketahui, dahulu posisi bek Milan selalu dihuni oleh bek-bek nomor wahid. Pemain sekelas Franco Baresi, Paolo Maldini, dan Alessandro Costacurta, pernah menjadi tumpuan di lini belakang Rossoneri.

Setelah itu, ada nama Alessandro Nesta dan Thiago Silva yang meneruskan tradisi bek tangguh Milan. Dan kini, tradisi bek tangguh Milan seakan pudar. Kombinasi Cristian Zapata dan Philippe Mexes di sentral pertahanan, belum mampu meneruslan tradisi para pendahulunya.

4. Blunder di Bursa Transfer Musim Panas

Blunder dilakukan Milan pada bursa transfer musim panas lalu. Milan harus kehilangan, tiga gelandang yang memiliki kekuatan bertahan, seperti Massimo Ambrosini, Mathieu Flamini, dan Kevin-Prince Boateng. Ditambah lagi dengan perginya dua bek andalan mereka, Mario Yepes dan Luca Antonini.

Milan hanya memiliki sederet nama di lini belakang, antara lain Mexes, Zapata, dan Jherson Vergara. Milan sejatinya mendapatkan pemain buangan Inter, Jherson Vergara. Namun bek asal Kolombia itu belum bisa tampil karena dibekap cedera.

Untuk menutupi kepergian pemain tersebut, Milan bukannya mendatangkan pemain belakang, justru menumpuk pemain yang berkarakter Milan. Alessandro Matri, Ricardo Kaka, dan Valter Birsa mereka datangkan pada musim panas lalu. Dengan komposisi pemain yang dimiliki Milan saat ini, Allegeri nampaknya akan berpikir keras untuk menentukkan komposisi terbaiknya.

Fans MU Inginkan Pemecatan David Moyes

Fans MU Inginkan Pemecatan David Moyes

Fans Manchester United sepertinya mulai gerah dengan Kinerja David Moyes sejak mulai masa kepelatihan nya di musim ini, dan mereka pun menuntut agar sang manajer diberhentikan.

Manchester United adalah salah satu klub yang bermain apes dalam pekan ke 25 EPL kemarin, pasalya mereka yang nyaris saja dipastikan memetik kemenangan di Old Trafford Stadium kontra Fulham malah digagalkan oleh gol penyeimbang yang dicetak oleh Darren Bent di menit-menit Injury time babak kedua. Atas hasil imbang tersebut, kini Manchester United tidak lagi dianggap sebagai salah satu penguasa yang bisa berjaya di kandang sendiri.

Hal itu ternyata membuat para fans Setan Merah mulai gerah dengan kinerja manajer anyar United yaitu David Moyes, hasil buruk sejak awal musim, ditambah dengan kegagalan nya mendatangkan sejumlah pemain bintang di dua kesempatan bursa transfer membuat para suporter meminta agar klub memberhentikan David Moyes dari jabatan nya sebagai pelatih Setan Merah, benarkah demikian?

Seperti yang kami lansir dari salah satu media Inggris, bahkan para fans yang sudah tidak memiliki ‘respect’ atau kesabaran lagi dengan kinerja Moyes melakukan Voting untuk pemutusan atau pemecatan David Moyes melalui twitter, dan tentunya jumlah fans yang ikut atau setuju dengan usulan itu tidaklah sedikit, ribuan bahkan hingga puluhan Ribu. Sepertinya memang hasil imbang kontra Fulham adalah salah satu penyebab terjadinya usulan pemecatan Moyes ini.

Sejak awal musim ini, atau tepatnya sejak perguliran era Ferguson ke David Moyes, Manchester United memang mengalami penurunan yang sangat drastis, bahkan bisa dikatakan ini adalah masa terburuk Manchester united selama beberapa tahun terakhir ini. Mirisnya lagi, mereka gagal menggiring beberapa nama bintang untuk bergabung ke Old Trafford. Bagaimana menurut anda? Apakah anda setuju dengan Pemecatan David Moyes?

Courtois Tetap Tampil di Semifinal Liga Champions

Courtois Tetap Tampil di Semifinal Liga Champions

Taktikal asal Argentina itu memastikan bahwa Thibaut Courtois akan bisa tampil dalam laga kontra Chelsea di Semifinal Liga Champions Eropa musim ini.

Belakangan banyak beredar isu bahwa penjaga gawang andalan Atletico Madrid yakni Thibaut Courtois tidak bisa ikut tampil dalam babak semifinal Liga Champions Eropa musim ini bersama dengan Los Rojiblancos. Hal tersebut dikarenakan Atletico Madrid akan berhadapan dengan Chelsea di babak empat besar UCL musim ini yang mana Chelsea sendiri adalah klub pemilik Thibaut Courtois, dan sesuai dengan kesepakatan peminjaman tersebut, Courtois tidak boleh ikut bermain dalam laga kontra The Blues.

Namun pihak UEFA juga sudah mengklarifikasikan bahwa peraturan klausul kontrak tersebut tidak berlagi di kompetisi yang mereka adakan, baik itu liga champions Eropa maupun Europa League, itu berarti Penjaga gawang 21 tahun asal Belgia itu boleh bermain dalam laga kontra Chelsea.

Kabar ini juga dibenarkan oleh pelatih klub, ‘Diego Simeone’ yang menyebut bahwa Courtois bisa tampil dalam laga kontra Chelsea.

“Saya tidak ragu bahwa dia akan bermain melawan Chelsea, saya dan pihak klub tidak ragu akan hal itu, karena memang dia akan bermain. Tetapi saya tidak tahu apakah dia tetap disini musim depan atau tidak” tutur Simeone.

Jadi, sudah bisa dipastikan Thibaut Courtois akan tetap bermain dalam laga kontra Chelsea di semifinal Liga Champions Eropa mendatang. Pertandingan leg pertama sendiri akan berlangsung di Estadio Vicente Calderon, tepatnya pada tanggal 23 April 2014 mendatang.

Courtois sendiri bermain gemilang selama menjalani masa pinjaman nya dengan Atletico, tapi sejauh ini belum ada kejelasan tentang nasibnya di musim depan.

4 Rekor Kemenangan Terbesar Tottenham Hotspurs

4 Rekor Kemenangan Terbesar Tottenham Hotspurs

Tottenham Hotspurs, saat ini klub yang bermarkas di London Utara itu memang sulit bersaing untuk bisa meraih gelar juara di level domestik maupun internasional, namun di masa lalu klub ini terbilang besar dan ditakuti klub-klub Inggris juga eropa lainnya.

Butki nyata adalah catatan sejarah yang telah berhasil mereka torehkan di masa lalu, termasuk catatan rekor kemenangan terbanyak di masa lampau, seperti berikut ini.

1. Rekor Kemenangan terbesar Di Berbagai Kompetisi

Spurs adalah salah satu klub raksasa di Era tahun 60an, mereka memiliki sejumlah pemain hebat, sehingga tak heran tanggal 3 februari 1960 silam mereka berhasil mencatatkan rekor kemenangan terbesar sepanjang sejarah klub di berbagai kompetisi bahkan masih bertahan sampai sekarang. Kemenangan tersebut adalah dalam laga kontra Crewe Alexandra, di ajang piala FA yang mana The Lily Whites berhasil memenangkan pertandingan dengan skor telak 13-2.

Crewe Alexandra sendiri adalah klub sepak bola yang kini merumpun di Divisi Tiga Liga Inggris.

2. Rekor kemenangan terbesar di Level Liga

17 tahun setelah berhasil mencatatkan rekor kemenangan terbanyak dalam sejarah klub Spurs kemudian berhasil mencatatkan rekor berikutnya yakni kemenangan terbesar di ajang Liga Inggris. Tepatnya pada tanggal 22 Oktober 1977 silam, The Lily Whites berhasil memenangkan pertandingan kontra Bristol Rovers dengan skor 9-0.

3. Kemenangan Kandang Terbesar

Kemenangan Spurs dalam laga kontra Crewe Alexandra di tahun 1960 silam dengan skor 13-2 itu ternyata tidak hanya menjadi rekor kemenangan terbesar mereka untuk berbagai kompetisi, tetapi secara otomatis juga menjadi kemenangan kandang terbesar sepanjang sejarah.

4. Kemenangan Tandang Terbesar

Selain jago dalam laga kandang, Spurs ternyata juga jago dalam laga tandang di era keemasan mereka itu, buktinya sebanyak 4 laga kandang dengan kemenangan terbesar berhasil mereka catatkan, yang mana semua itu berhasil dimenangkan dengan skor 0-6. Keempat laga itu berasal dari berbagai kompetisi mulai dari Piala FA, Piala Liga hingga Piala Eropa.

Rekor Kemenangan Babak Penyisihan Group UEFA Champions League

Rekor Kemenangan Babak Penyisihan Group UEFA Champions League

Jika ditanyakan kompetisi apa di level klub yang paling dinantikan seluruh pencinta sepak bola eropa, tentu jawaban nya adalah Liga Champions Eropa. Ya, kompetisi yang memang telah diselenggarakan ole pihak UEFA ini seolah menjadi maskot sepak bola di benua biru itu.

Memenangi titel juara dalam kompetisi ini bukanlah hal yang muda, tim terlebih dulu harus memenangkan liga domestik di negara masing-masing kemudian melakoni laga di babak penyisihan Group. Memenangi laga penyisihan Group pun bukanlah hal yang mudah, tapi faktanya ada 5 klub yang berhasil menaklukan babak tersebut dengan kemenangan, siapa saja?

1. AC Milan

AC Milan adalah klub pertama yang berhasil memenangkan semua pertandingan di babak penyisihan Group Liga Champions Eropa. Rekor tersebut ditorehkan Rossoneri dalam UEFA Champions League musim 1992–93. Mereka memenangkan semua, termasuk laga kandang dan tandang, dan tentu finish sebagai juara group.

Namun sangat disayangkan karena Rossoneri akhirnya gagal memenangkan kompetisi, kalah dari Marseille di partai final dan hanya puas finish sebagai juara kedua.

2. Paris Saint-Germain

Klub ligue One prancis ini melakukan hal yang sama dengan AC Milan di babak penyisihan group, bedanya rekor tersebut berlangsung pada UCL musim 1994–95. Tapi les Parisiens hanya berhasil hingga babak semifinal saja.

3. Spartak Moskow

Semusim setelah PSG berhasil menjadi tim yang memenangkan semua pertandingan di babak penyisihan Group, giliran Spartak Moskow yang mencatatkan rekor tersebut. Tapi sayang, hanya sampai babak perempat final saja.

4. FC Barcelona

Ditempat keempat ada FC Barcelona, rekor kemenangan di semua laga babak Penyisihan Group itu berlangusng di musim 2002/03 silam. Tapi sama halnya dengan Spartak Moskow, Blugrana hanya sampai perempat final saja.

5. Real Madrid

Rival abadi Barca juga menorehkan rekor ini di musim 2011/12 lalu, tapi sayang Los Blancos hanya berhasil hingga babak semifinal saja.

Jalan terjal Prancis Menuju Piala Dunia 2014

Les Blues harus menjalani babak Play Off jika ingin lolos ke piala Dunia 2014, karena mereka hanya bisa finish sebagai Runner Up Group I. Hasil ini didapatkan ketika spanyol sukses menang atas lawan nya yang membuat Prancis tetap berada di posisi kedua dengan selisih 3 poin walaupun sudah menang telak atas Finlandia di laga terakhir Group I.

Prancis
Pertandingan melawan Finlandia ini berlangsung dinihari tadi (16/10), di Stade de France Stadium, Paris. Frank Ribery dkk sukses menang telak 3-0 atas Finlandia. Namun sayangnya kemenangan telak itu tak mengubah nasib Les Blues yang harus melewati babak Play off terlebih dahulu untuk bisa lolos ke brasil. Berikut adalah review hasil pertandingan Prancis vs Finlandia.

Babak Pertama

Berharap Spanyol ditahan imbang atau dikalahkan Georgia, Prancis bermain cukup ambisius sejak awal pertandingan, bahkan sebuah gol cepat berhasil mereka sarangkan ke gawang Finlandia. Gol di menit ke 8 ini tercipta dari kaki seorang pemain terbaik Eropa musim lalu yaitu Frank ribery, melewati 2 pemain lawan dari sisi kanan sebelum melepaskan tendangan keras terarah yang tak bisa dihalau Maenpaa, skor 1-0.

Hanya berselang 2 menit saja, Prancis nyaris menambah keunggulan nya, peluang didapat Debuchy, namun hasil akhirnya nihil, Bola malah melebar dari gawang lawan. Prancis terus berusaha menggandakan keunggulan, namun sayang sejumlah peluang yang juga didapat Olivier Giroud tak berhasil maksimal hingga babak pertama usai dengan skor 1-0.

Babak Kedua

Di babak kedua Prancis semakin menjadi-jadi, 2 gol sukses mereka sarangkan ke gawang Finlandia. Gol pertama tercipta di menit ke 76, namun gol bukan berasal dari pemain prancis, akan tetapi pemain Finlandia sendiri, Joon Toivio secara tidak sengaja salah menepis sepakan Giroud dan malah berujung gol ke gawang sendiri.

Kemudian gol kedua berhasil dicetak oleh Karim Benzema, striker Madrid ini masuk menggantikan Giroud dan sukses menjebol gawang Finlandia di menit ke 87 dengan memanfaatkan umpan matang dari Ribery, skor 3-0 Prancis unggul dan tidak kebobolan hingga laga berakhir.

Berita Bola – Klub Dengan Total Pembayaran Gaji pemain terbesar

Berita Bola - Klub Dengan Total Pembayaran Gaji pemain terbesar

Menjadi sebuah klub besar yang bisa bersaing dan berpeluang besar meraih titel juara diperlukan adanya para pemain bintang dari berbagai negara dan berbagai lini tentunya. Tapi, tentunya dengan adanya beberapa pemain bintang di klub juga menyebabkan adanya pengeluaran yang besar.

Nah, Sporting Intelligence dan ESPN bekerja sama melakukan Survey, klub mana yang mengeluarkan dana terbesar hanya untuk menggaji pemain nya saja. Ingin tahu hasil Surveynya? Simak saja dibawah ini.

1. Manchester City

Menurut hasil Survey yang dilakukan oleh Dua Sumber terpercaya itu, klub kaya raya milik Syekh Mansyour ini menduduki peringkat pertama, dengan total rata-rata gaji satu pemain per musim nya yaitu 8,12 Juta Poundsterling, sedangkan total semua pemain nya mencapai 202 Juta Poundsterling.

Tak perlu diherankan, karena raksasa Premier League ini memang dihuni para pemain bintang, bahkan yang duduk di bangku cadangan sekalipun.

2. Real Madrid

Ternyata Real Madrid duduk di peringkat kedua, dan klub yang satu ini memang sudah tidak diragukan lagi jumlah pemain bintang yang ada di dalam skuad mereka. Menurut Survey, Rata-rata gaji satu pemain per musim nya mencapai 7,6 Juta poundsterling, dan total rata-rata mencapai 190 Juta Pounds.

3. FC Barcelona

Rival Abadi Real Madrid ini duduk di peringkat ketiga dengan total gaji satu pemain per musim mencapai 7,5 Juta Pounds, sedangkan jika ditotal semua pemain mencapai 194 Juta Poundsterling per musim.

4. Bayern Munchen

Kampiun Liga Champions Eropa musim 2012/13 kemarin ini menduduki peringkat keempat, dengan total rata-rata gaji per pemain satu musim nya mencapai 6,7 Juta Poundsterling, sedangkan jika ditotal mencapai 174 Juta Poundsterling.